Salam

Terimakasih atas kesediaanya membaca tulisan-tulisan dalam blog ini. Semoga memberi manfaat. Keselamatan, kesejahteraan dan berkah Tuhan semoga senantiasa melingkupi kita semua. Mari menikmati hidup ini...

Selasa, 17 Mei 2016

Buku; Obat Anti Penuaan

Pak Bejo, secara hitungan umur, beliau sudah tua. Namun, secara usia beliau seperti seorang pemuda. Tak pernah berhenti belajar. Mencoba hal-hal baru, kadang melukis, memperbaiki sepeda ontel, menyetek tanaman, membuat anyaman, mengaji dengan berbagai referensi lagu, seni beladiri, salto, hingga balet. Beliau juga selalu membawa buku ke mana-mana. Tas kecil yang beliau cangklongkan di pundaknya, minimal berisi satu buku.

Ya, penuaan terjadi pada orang yang kehilangan semangat untuk menjadi lebih baik dan putus hubungan dengan rasa ingin tahunya yang alamiah. Sebagian besar dari kita seperti itu. Selepas sekolah formal, kebanyakan berhenti belajar.

Selama kita belajar sesuatu yang baru setiap hari, melebarkan batas kemampuan pribadi kita, dan memperbaiki cara kita berpikir, kita tidak akan menjadi tua.

Robin Sharma menuliskan pengalaman bertemu Shimon Peres mantan Perdana Menteri Israel di bukunya "The Greatness Guide". Ia mendapatkan kesempatan selama dua jam untuk bercakap-cakap dengannya. Pada saat itu usia Shimon Peres mendekati 82 tahun. Namun, ketika ia bercerita mengenai buku-buku, ide-ide besar, dan pembelajaran, matanya begitu berbinar-binar.

Ketika ditanyai oleh Robin kapankah beliau membaca buku, Ia menjawab, "Robin kapan saya tidak membaca? saya membaca ketika bangun di pagi hari, kapan saja saya bisa selama siang hari, dan setiap malam. Sebagian besar akhir minggu saya habiskan untuk membaca buku. Buku adalah teman tetap saya. Dia lalu menambahkan sambil tersenyum, "Jika Anda makan tiga kali sehari anda akan kenyang namun jika anda membaca tiga kali sehari anda akan bijaksana."

Mungkin sudah lama kita tidak pernah memegang sebuah buku setelah selesai sekolah. Kita terlalu lama kita tak menyelami pemikiran terdalam orang-orang sukses yang telah menapaki planet ini. Terlalu banyak dari kita yang menutup pikiran terhadap wawasan-wawasan baru dan pemikiran yang hebat. Satu ide yang ditemukan dalam satu buku dapat mengubah cara kita melihat dunia. Satu ide yang kita baca dalam satu buku dapat mengubah cara kita berkomunikasi dengan orang lain. Satu ide yang kita temukan dalam satu buku dapat membantu orang hidup lebih lama atau menjadi lebih bahagia. Pikiran yang telah berkembang karena sesuatu itu baru tak akan pernah kembali ke dimensi aslinya.

Berbahagialah orang tua yang menyediakan buku-buku untuk anak-anaknya di rumah. Berbahagia lah orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah yang mendukung program membaca. Seperti sekolah SD Pembangunan Jaya 2 yang saya mengajar di sana.

Membaca buku-buku karya seseorang yang kita hormati membuat kecerdasan mereka melekat pada kita. Tangan yang meletakkan buku bagus yang telah selesai dibaca takkan pernah sama lagi. Mata yang membaca buku akan memandang dunia dengan cara yang baru. Jangan pernah meninggalkan rumah tanpa buku di tangan anda. Dan ingatlah, obat anti penuaan ada di sana.

Selamat hari buku!

#pakguruobi
#teachernotes
#warkopbuku

Rabu, 02 Desember 2015

Kapan Kita Merasakan Flow?

Suatu kondisi saat kita dapat berkonsentrasi tinggi pada apa yang kita lakukan, sehingga hal lain sama sekali tak berarti, maka saat itu kita merasakan flow. Kondisi yang ditandai dengan hadirnya perasaan yang terlarut secara total pada apa yang kita kerjakan, ada keterpautan, pengayaan batin serta munculnya keterampilan tingkat tinggi dari diri kita. 

Nampaknya, banyak diantara kita yang jarang mengalami flow dalam kehidupan sehari hari. Maka, "kunci untuk bisa mengalami lebih banyak flow dalam kehidupan", kata Daniel Goleman, "di dapat ketika kita menyejajarkan apa yang kita lakukan dengan apa yang kita senangi”. Kita akan mendapatkan prestasi yang lebih besar dalam melakukan apapun jika kita berhasil mengkombinasikan hal tersebut.

Pertanyaan pentingnya: Manakala bangun pagi hari, apakah kita merasa gembira saat pergi bekerja atau melakukan apapun di hari itu yang menjadi rutinitas kita?

Sungguh beruntung jika kita telah menemukan aktifitas yang menjadi hasrat kita, sebab itu akan mendorong kita untuk bisa memasuki flow.  

---

03 Des 2015 | Ahmad Shobirin Obiyoso