Salam

Terimakasih atas kesediaanya membaca tulisan-tulisan dalam blog ini. Semoga memberi manfaat. Keselamatan, kesejahteraan dan berkah Tuhan semoga senantiasa melingkupi kita semua. Mari menikmati hidup ini...
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Februari 2015

Sajak Kopi (1)

Dalam cuaca yang hangat
Kopi yang kemebul bukanlah sahabat yang tepat

Namun rasa kantuk
Menjadikan ide untuk menikmatimu terbentuk

Kekasih, andai tadi kau bisa kubujuk
Tentu cuaca ini akan sejuk

Lalu kopi ini akan menjadi medium kita berdua
Mengurai rasa, hati kita

Ke sinilah engkau kekasih
Bersama kopi ini, mimpi-mimpi akan kita pilih

~
Ahsho Obiyoso

Senin, 03 Juni 2013

Setan Berpamitan

~

apa mungkin karena sungkan
kemudian setan berpamitan

sebab di ujung sana terlihat
malaikat yang mendekat

~

3/6/2013/Ahmad Shobirin Obiyoso

Rabu, 20 Februari 2013

Basuhlah dengan Embun



Wahai engkau yang jatuh dari ketinggian. Sayapmu rapuh. Buanglah itu. 
Dia akan bisa tumbuh lagi, basuhlah dengan embun-embun pagi. Meski hanya sedikit, namun itu suci. 
Kau harus bersabar menunggu tiap pagi, mengambil dari ujung ujung rerumputan, atau dari tetes pucuk dedaunan. 
Bukankah Tuhan tak tiap hari menurunkan hujan untuk menyuburkan hutan. 
Namun ia selalu menyediakan malam untuk mengumpulkan partikel air yang melayang di udara untuk hinggap di rimbun dedaunan. 
Yang ketika pagi, itulah yang kau sebut embun.

"Innallaha faliqulhabbi wa annawa"
Sungguh, Ia-lah yang menumbuhkan butir tetumbuhan dan benih tanaman.

[Ahmad Shobirin/20/02/2013]

Kamis, 20 Desember 2012

Sama Saja

---
 
kau natal
aku idul fitri

kau nakal
aku tak tahu diri

kau Yesus
aku Muhammad

kau tak terurus
aku tak terawat

sama saja

---

(ahmadshobirin/14des09)


Jumat, 23 November 2012

Sela Hujan



Hujan, lebih pelanlah sebentar
Agar, aku bisa menghitung titik titik beningmu


Namun, meski demikian, tetap saja aku tak bisa

Hujan, maukah mendekat, dan cobalah dengar
Agar kau tahu, suara rintikmu, aku pinjam dulu


Untuk hati, yang sedari tadi, hening saja

Hujan, jangan berhenti dulu, untuk menebar
Karena, disela-selamu, ku ingin berada di situ


Agar, sejuk tebaran telaga surga itu, bisa kurasa  

|Ahmad Shobirin/23/11/2012 

Selasa, 05 Juni 2012

Terasa Lain


antarafoto-13388139


Angin malam ini terasa lain
Apakah karena mengabarkan gerhana purnama yang telah berlalu
Dari speaker notebook kudengar Caspian wind sufi music ansamble bermain
Bergerak gerak bersama angin menggelombang syahdu

Terang purnama kali ini  juga terasa lain
Ah terang saja begitu
Bukankah malam ini ia sedang kau pandang?
Lembut tatapmu itu melekat ditanahnya
Lalu dipantulkannya ke dalam bilik jendela kamarku

Tentu, lembutnya jelas kurasa
Karena angin juga turut membawanya

Dan aku tahu
Ternyata karena itulah angin malam ini terasa lain

--
Ahmad Shobirin/4/Juni/2012

Jumat, 21 Oktober 2011

Mengeja Samudera



ijinkan aku mengeja
ilmu-Mu yang terhampar menyamudra
namun sebelumnya
kenalkan aku dengan huruf-hurufnya

 
Ahmad Shobirin/21/10/11