Salam

Terimakasih atas kesediaanya membaca tulisan-tulisan dalam blog ini. Semoga memberi manfaat. Keselamatan, kesejahteraan dan berkah Tuhan semoga senantiasa melingkupi kita semua. Mari menikmati hidup ini...

Kamis, 26 Maret 2015

#Tangi: Syukuri(n)!

Agama agama besar Islam, Kristen, Yahudi, Budha, Sikh dan Hindu semuanya mengajarkan tentang syukur.

Muhammad pernah bersabda bahwa bersyukur atas kelimpahan yang telah anda terima adalah jaminan terbaik bahwa kelimpahan akan berlanjut.

Buddha mengatakan bahwa tidak ada perjuangan yang perlu anda lakukan kecuali untuk bersyukur dan bergembira.

Yesus mengucapkan terima kasih sebelumnya ia melakukan setiap mukjizat.

Raja daud berterima kasih kepada seluruh dunia atas segala sesuatu di antara langit dan bumi.

Lao Tzu mengatakan bahwa jika anda bergembira dengan apa yang ada seluruh dunia akan menjadi milik anda.

Krisna mengatakan bahwa apapun yang ia persembahkan ia terima dengan gembira.

Syukur itu ajaib dia bisa menjadikan sesuatu menyenangkan dan penuh makna terlepas dari apapun keadaannya saat ini syukur itu menjadikan hidup kita lebih kaya, makmur, sentosa, pribadi bangsaku ayo maju maju ayo maju maju ayo maju maju. (hehe)

Syukur akan meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan level yang lebih tinggi daripada yang pernah kita rasakan sebelumnya.

Ketika kita mempraktikkan syukur kita akan mengerti mengapa hal hal tertentu di dalam hidup kita tidak berjalan sesuai harapan kita dan mengapa hal hal tertentu tidak ada dalam hidup kita. Ketika kita menjadikan syukur sebagai cara hidup setiap pagi, kita akan bangun dengan sangat gembira karena masih hidup.  Kita akan mendapati diri jatuh cinta pada hidup segala sesuatu akan tampak mudah dan akan merasa seringan yang dulu dan lebih bahagia dibandingkan yang pernah kita rasakan sebelumnya. Ketika tantangan datang, kita akan tahu cara mengatasinya dan belajar setiap hari akan terasa ajaib setiap hari akan dipenuhi jauh lebih banyak keajaiban.

Wis pokoke alhamdulillah...

@pakguruobi

Sabtu, 21 Maret 2015

Sepi, tapi Tak Kesepian

Pernah kesepian? Ah kasihan sekali. Karena itu, sengajalah menyepikan diri. Nyepi. Ia bentuk kata kerja aktif. Yang bisa berarti meninggalkan keramaian. Dan karena ditinggal, keramaian menjadi merasa kesepian. Kasihan keramaian. Sebaliknya, jika kau kesepian, kamu bersikap pasif. Keramaian meninggalkanmu. Itu ndak keren. Kita tahu rasanya sakitnya di abaikan. Di sini kan sakitnya??! (jangan lupa tunjuk dada)

“Kesepian mengungkapkan kepedihan hati karena kesendirian”, Kata Paul Tillich “Dan menyendiri mengungkapkan kesenangan kesendirian kita”

Mungkin saat ini kita masih merasa muda. Sehingga jarang dihinggapi kesepian. Namun, kata orang-orang, bahwa nanti semasa tua, kita akan akrab dengan kesepian itu. karena itu, kita harus punya cara agar tak kesepian. Aku ingat sebuah kisah Paulo Coelho di bukunya “Seperti Sungai yang Mengalir”.

Ada perempuan tua berdiri di area untuk pejalan kaki di Avanida Atlantica Copacabana (tentu saya belum pernah ke sana). Ia membawa sebuah gitar dan ajakan yang ditulis tangan “Mari bernyanyi bersama-sama.” 

Dia mulai memetik gitarnya sendirian, kemudian datanglah seorang pemabuk, dan seorang perempuan lainnya, lalu kedua orang itu mulai menyanyi bersama. Tak lama kemudian, sejumlah orang ikut bernyayi, dan sekelompok kecil orang-orang lainnya menjadi penonton. Mereka yang menonton bertepuk tangan setiap kali sebuah lagu selesai dinyanyikan.

“Kenapa Anda melakukan ini?” tanya Paulo pada perempuan itu ketika jeda di antara dua lagu.

“Supaya tidak sendirian,” Jawabnya. “Hidup saya sangat sepi, seperti yang dialami hampir semua orang yang sudah tua.” Lanjutnya. 

“Seandainya saja setiap orang menyelesaikan masalah-masalah mereka dengan cara seperti  ini” Pikir Paulo.

Maka, jika kau kesepian, saran saya, berdirilah di tengah perempatan jalan raya, lalu bernyanyi-nyanyilah. Yakin! kau tak kan kesepian.   

| @pakguruobi