Salam

Terimakasih atas kesediaanya membaca tulisan-tulisan dalam blog ini. Semoga memberi manfaat. Keselamatan, kesejahteraan dan berkah Tuhan semoga senantiasa melingkupi kita semua. Mari menikmati hidup ini...
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Oktober 2015

Freewriting: Cara Mudah Memulai Menulis

Saya membaca buku karya Peter Elbow; Writing without Teacher. Di dalamnya membahas tentang Freewriting. Suatu gaya menulis yang bukan bergaya “formal”.

Freewriting atau menulis bebas adalah bentuk latihan yang dapat membantu orang membiasakan dirinya untuk menulis secara nyaman. Dalam latihan ini, orang disarankan untuk menuangkan apapun yang dia pikirkan, bahkan ketidakmampuannya dalam menulis. Ketika seseorang diminta menulis apapun yang terpikirkan olehnya selama sepuluh menit dan merasa buntu, orang itu bisa saja hanya menuliskan kebuntuannya, kebingungannya. Dalam menulis bebas, lupakan aturan, lupakan kesalahan. Menulislah saja. Luapkan saja.

Setiap manusia mempunyai dua belahan otak—kiri dan kanan—yang bekerja sangat berbeda. Otak kiri bekerja secara teratur, sementara otak kanan bekerja dengan bebas. Nah ketika mengawali kegiatan menulis bebas, kita bisa “mematikan” terlebih dahulu otak kiri dan mengaktifkan otak kanan. Menulis dengan menggunakan otak kanan inilah yang bisa kita sebut dengan menulis di sebuah ruang privat yang dimana hanya ada kita sendiri.

Menurut saya, untuk memulali menulis bebas, media yang paling efektif adalah menulis di buku harian. Ketika melakukan freewriting di buku harian, kita tak usah terlalu memikirkan masalah tata bahasa, ejaan, ataupun struktur kalimat ketika menulis. Kita juga harus berusaha untuk membebaskan diri kita. Terserah kepada kita untuk menulis apa saja yang kita inginkan. Yang penting kita merasa nyaman dan tak ada tekanan yang kita rasakan ketika menulis. 

Berikan batasan waktu minimal untuk menulis bebas, setidaknya perlu sepuluh menit tanpa jeda untuk melakukannya. Jangan berhenti jika belum sepuluh menit. Karena itu, konsistenlah dengan program tersebut. Niscaya, kita akan mudah dalam menulis.   

Selamat mencoba menulis bebas. 

|Ahsho Obiyoso
|@pakguruobi 


Selasa, 19 Mei 2015

Ngopi, Membaca, Menua

Selamat hari buku, oh sudah lewat ya? Lewat mana tadi, kok ndak lihat. Hehe. Ah ndak masalah, anggap saja setiap hari adalah hari buku.

Terimakasih saya sampaikan kepada Warkop Buku​. Sebab ia telah memberikan hadiah buku yang bagus pada saya “The Greatness Guide” karya Robin Sharma.

Saya tertarik dengan buku ini sebab ada endorsment dari Paulo Coelho, salah satu penulis yang saya sukai. Di dalam endorsment itu ia mengatakan bahwa buku-buku Robin Sharma telah menolong orang-orang di seluruh dunia untuk menjalani hidup yang luar biasa.

Saya penasaran. Sembari ditemani kopi, saya membaca buku itu. Dan betul saja. Isinya menyentuh hati dan pikiran saya. Mencerahkan dan mengisnpirasi. Tulisan-tulisannya lembut. Di buku yang berjumlah 258 halaman ini berisi 101 judul tulisan.

Setiap tulisan rata-rata dua halaman saja. Sehingga kita bisa menyediakan sekedar satu menit untuk membaca satu judul tulisan. Kalau ditemani dengan secangkir kopi, mungkin satu tulisan, cukup satu sruputan kopi. Meski tulisannya pendek, namun efek yang ditimbulkan dari membacanya tidaklah pendek. Pikiran menjadi berkembang dan lebih positif. “Pikiran yang telah berkembang karena suatu ide baru”, kata Wandel Holmes yang dikutip Robin “tidak akan kembali ke dimensi aslinya”.

Bagi yang tidak (belum) menyukai membaca, mungkin akan berpikir berkali-kali untuk sekedar beli buku. Padahal harga buku mungkin hanya seharga 2 sampai tiga kali makan siang. Ada baiknya kita kurangi pengeluaran untuk biaya makan, dan kita gunakan untuk membeli buku bagus. Jika tak ada waktu untuk ke toko buku, bisa memilihnya di online shop seperti di Warkop Buku.

Dan tak perlu cemas untuk menginvestasikan uang untuk sebuah buku bagus. Sebab, mendapatkan satu ide dari sebuah buku, akan membawa ke satu tingkat baru dan mengubah cara kita memandang dunia. Buku-buku akan membentuk pemikiran dan nilai filosofi pribadi kita. Kalau kita sudah punya kebiasaan membeli buku dan belum sempat membacanya, kita tak usah merasa resah, bersalah, atau sia-sia. Toh kita sudah membangun perpustakaan kita. Dan itu sesuatu yang indah bukan?

Membaca buku karya seseorang yang kita hormati, berarti kita berdialog dengannya. Seakan-akan dia hadir di samping kita. Apalagi lagi dengan ngopi, seakan ngopi bersama. Tentu hal itu akan membuat kecerdasan dan kebijaksanaan mereka melekat pada kita. Mata yang digunakan mebaca buku yang bagus, tidaklah menjadi mata yang sama ketika ia memandang dunia. Tangan yang meletakkan buku bagus yang telah selesai dibaca, tidak akan pernah sama lagi.

Dalam tulisan yang lain “Belajar atau Menua” ia bercerita pernah mendapatkan kesempatan bercakap-cakap dengan Shimon Peres, mantan perdana menteri Israel dan pemenangNobel Perdamaian. Robin bercerita mata Simon Peres berbinar-binar ketika ia berbicara mengenai buku, ide-ide besar dan pembelajaran. “Mr. Peres, kapan anda membaca” tanya Robin dan dijawab “Robin, kapan saya tidak membaca? Saya membaca ketika bangun di pagi hari, kapan saja saya bisa selama siang hari, dan setiap malam. Sebagian akhir minggu saya habiskan untuk membaca buku. Buku adalah teman tetap saya. Jika Anda makan tiga kali sehari, Anda akan kenyang. Namun jika anda membaca tiga kali sehari, Anda akan bijaksana.”

Membaca adalah salah satu obat anti penuaan, sebab ia sarana yang asik dalam belajar. Sepanjang kita belajar sesuatu setiap hari, melebarkan batas kemampuan kita, dan memperbaiki cara berpikir kita, kita tidak akan menjadi tua. Penuaan itu terjadi pada orang yang kehilangan semangat untuk menjadi lebih baik dan putus hubungan dengan rasa tahu yang alamiah. Satu ide yang kita temukan dalam buku dapat mengubah cara pandang kita terhadap dunia, mengubah cara kita berkomunikasi dengan orang lain serta dapat membantu kita hidup lebih lama dan bahagia.

Semoga tak terjadi bahwa orang tak lagi memegang buku untuk dibaca setelah selesai sekolah. Dan juga tak berharap bahwa banyak orang yang menghabiskan lebih banyak waktu untuk menonton TV dan ber hahahihi tanpa arti di media sosial dari pada menyelami pemikiran terdalam orang-orang sukses yang telah menapaki bumi ini. Semoga kita tak menutup pikiran terhadap wawasan-wawasan baru dan pemikiran-pemikiran yang hebat.

Dan ketika keluar dari rumah, jangan lupa membawa bekal buku.

Mari ngopi, membaca, agar tak menua sia-sia.

@pakguruobi

Sabtu, 21 Maret 2015

Sepi, tapi Tak Kesepian

Pernah kesepian? Ah kasihan sekali. Karena itu, sengajalah menyepikan diri. Nyepi. Ia bentuk kata kerja aktif. Yang bisa berarti meninggalkan keramaian. Dan karena ditinggal, keramaian menjadi merasa kesepian. Kasihan keramaian. Sebaliknya, jika kau kesepian, kamu bersikap pasif. Keramaian meninggalkanmu. Itu ndak keren. Kita tahu rasanya sakitnya di abaikan. Di sini kan sakitnya??! (jangan lupa tunjuk dada)

“Kesepian mengungkapkan kepedihan hati karena kesendirian”, Kata Paul Tillich “Dan menyendiri mengungkapkan kesenangan kesendirian kita”

Mungkin saat ini kita masih merasa muda. Sehingga jarang dihinggapi kesepian. Namun, kata orang-orang, bahwa nanti semasa tua, kita akan akrab dengan kesepian itu. karena itu, kita harus punya cara agar tak kesepian. Aku ingat sebuah kisah Paulo Coelho di bukunya “Seperti Sungai yang Mengalir”.

Ada perempuan tua berdiri di area untuk pejalan kaki di Avanida Atlantica Copacabana (tentu saya belum pernah ke sana). Ia membawa sebuah gitar dan ajakan yang ditulis tangan “Mari bernyanyi bersama-sama.” 

Dia mulai memetik gitarnya sendirian, kemudian datanglah seorang pemabuk, dan seorang perempuan lainnya, lalu kedua orang itu mulai menyanyi bersama. Tak lama kemudian, sejumlah orang ikut bernyayi, dan sekelompok kecil orang-orang lainnya menjadi penonton. Mereka yang menonton bertepuk tangan setiap kali sebuah lagu selesai dinyanyikan.

“Kenapa Anda melakukan ini?” tanya Paulo pada perempuan itu ketika jeda di antara dua lagu.

“Supaya tidak sendirian,” Jawabnya. “Hidup saya sangat sepi, seperti yang dialami hampir semua orang yang sudah tua.” Lanjutnya. 

“Seandainya saja setiap orang menyelesaikan masalah-masalah mereka dengan cara seperti  ini” Pikir Paulo.

Maka, jika kau kesepian, saran saya, berdirilah di tengah perempatan jalan raya, lalu bernyanyi-nyanyilah. Yakin! kau tak kan kesepian.   

| @pakguruobi

Kamis, 19 Maret 2015

4 GAYA KOMUNIKASI NLP

Dalam berkomunikasi kita mempunyai 4 gaya yang kita gunakan. Namun, dari keempat gaya tersebut, selalu ada gaya yang dominan. Yang manakah gaya komunikasimu? Jika kita memahami gaya kita sendiri dan juga mengetahui gaya orang lain, niscaya komunikasi kita akan lebih efektif. Sebab kita bisa menyelaraskan dengan komunikasi orang lain. Hubungan kita pun akan lebih baik.   

1 | GAYA KOMUNIKASI VISUAL 

SIFAT-SIFAT UMUM
  • Memandang segala sesuatunya sebagai gambar.
  • Mengingat dengan menciptakan gambaran-gambaran visual dalam pikiran mereka.
  • Belajar lebih cepat.
  • Mudah bosan ketika mereka tidak punya rencana.
  • Menghargai waktu. Memulai dan mengakhiri semua dengan tepat waktu.
  • Lebih suka gambaran besarnya dibandning dengan detailnya.
KATA/FRASA YANG SERING DIGUNAKAN
  • Itulah pandangan saya.
  • Itu tidak cukup jelas.
  • Persoalan itu masih gelap.
  • Bisakah anda terangkan persoalan itu?
  • Demikianlah pengamatan saya.
  • Senang melihatmu lagi.
  • Wah, lama tidak kelihatan.
  • Sampai bertemu lagi.
  • Kamu tampak luar biasa.
  • Fokus.
  • Bayangkan.
  • Tunjukkan.
  • Tataplah.
  • Amati.
  • Mencerahkan.
  • Samar.
YANG DISUKAI ORANG LAIN DARI MEREKA
  • Mudah beralih dari satu topik ke topik yang lain.
  • Piawai dalam memahami gambaran besar atau visi dan bekerja berdasarkan hal itu.
  • Pengelola waktu yang hebat.
  • Ahli mencetuskan gagasan visi masa depan.
YANG KURANG DISUKAI ORANG LAIN DARI MEREKA
  • Mereka menjadi kaku dan tak luwes jika ada perubahan jadwal.
  • Mereka tak sabar jika mendengarkan atau membaca perincian.
  • Mereka cenderung melewatkan perincian.
  • Tak sabar dengan orang lain.
  • Mereka cenderung membuat orang lain dan diri mereka sendri terburu-buru.
YANG MEMBUAT DIA STRES ATAU KEHILANGAN KENDALI
  • Menjadi kaku dan tak luwes jika gambaran dikepala mereka berubah terlalu cepat atau terlalu sering
  • Mereka tak sabar dengan terlalu banyak kata, detail, dan pembicaraan yang tak putus putus.
  • Mereka kesal jika tugas tidak diselesaikan tepat waktu atau jika seseorang terlambat datang pada waktu yang telah dijanjikan.
CARA MEMBANTU ORANG VISUAL KEMBALI TENANG
  • Berilah mereka pemberitahuan yang cukup banyak ketika membuat perubahan atas jadwal mereka.
  • Berilah informasi yang jelas dan singkat.
  • Sarankan mereka untuk menyediakan waktu untuk mengatur dan merapikan kamar atau ruang kerja mereka.
  • Sarankan mereka untuk merencanakan kegiatan masa depan, apakah itu suatu liburan atau kegiatan-kegiatan baru.  
2 | GAYA KOMUNIKASI AUDITORI
SIFAT-SIFAT UMUM
  • Mengingat apa yang mereka dengar—kata demi kata.
  • Belajar dengan mendengarkan dan biasanya tanpa mencatat.
  • Pintar bercerita.
  • Berbicara kepada diri sendiri ketika bekerja atau berkonsentrasi (anda akan sering mendengar mereka membuat suara seperti ahhh…., hmmm…, oooh…, yaaa…).
KATA/FRASA YANG SERING DIGUNAKAN
  • Katakan sekali lagi.
  • Nada bicaranya serius sekali.
  • Program itu sudah dicanangkan.
  • Ucapan itu tidak enak di telinga saya.
  • Masalah itu tak usah digembar-gemborkan.
  • Sudahlah, tak usah diributkan kembali.
  • Simaklah uraiannya.
  • Nada.
  • Berceloteh.
  • Hening.
  • Membahana.
YANG DISUKAI ORANG LAIN DARI MEREKA
  • Mereka biasanya adalah pembicara yang fasih dan pintar bercerita.
  • Mereka dalah orang yang banyak “ide” bagus untuk bertukan pikiran (brainstorming).
  • Mereka menyukai diskusi dan memberikan deskripsi atau penjelasan yang panjang.
  • Banyak dari mereka adalah penulis dan editor yang piawai.
  • Mereka suka melakukan perbaikan (baik terhadap hal maupun proses).
YANG KURANG DISUKAI ORANG LAIN DARI MEREKA
  • Mereka cenderung berterus terang, kasar dan tampak terlalu apa adanya.
  • Sulit bersikap diplomatis.
  • Mereka memberikan pendapat yang keras baik diminta maupun tidak.
  • Mereka cepat marah jika merasa tidak didengarkan.
  • Sering menyela dan sulit membiarkan orang lain menyelesaikan ucapan mereka.
  • Mereka cenderung melompat dari topik ketopik.
  • Mereka akan merajuk atau menarik diri ketika ide-ide mereka tidak diterima.
  • Mereka jatuh cinta pada suara mereka sendiri.
  • Mereka akan mengulang-ulang kata-kata mereka sampai mereka yakin bahwa mereka telah didengar.
YANG MEMBUAT DIA STRES
  • Jika ide mereka ditentang dan ditolak, mereka akan menarik diri dan frustasi.
  • Mereka bisa meninggikan suara bila merasa tak didengarkan dan akan berbicara dengan kasar.
  • Memburu-buru mereka ketika mereka berbicara.
  • Menyela mereka terlalu sering.
  • Ada suara berisi di latar belakang yang tak bisa mereka matikan.
CARA MEMBANTU ORANG AUDITORI KEMBALI TENANG
  • Tunjukkan bahwa anda terbuka bagi masukan-masukan dan ide-ide mereka.
  • Katakan kepada mereka bahwa anda akan menjadi pendengar ide-ide mereka pada waktu tertentu.
  • Berikan perhatian penuh anda sebagai seorang pendengar.
  • Jika mereka melantur dari topik, atau bermain-main terlalu lama, dorong mereka perlahan-lahan kembali ke jalur, dan bantu mereka untuk fokus pada apa yang sebenarnya mereka inginkan.
3 | GAYA KOMUNIKASI KINESTETIK 

SIFAT-SIFAT UMUM
  • Biasanya berbicara pelan.
  • Paling mudah belajar dengan melakukan.
  • Membutuhkan waktu untuk “merasakan dengan cara mereka” terhadap informasi baru.
  • Bisa mengatakan bahwa mereka “merasakan” sesuatu itu baik atau salah saat diminta untuk mengambil keputusan.
  • Memiliki kecenderungan mengambil waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan atau situasi baru ataumengubahnya menjadi seperti yang telah mereka akrabi.
KATA/FRASA YANG SERING DIGUNAKAN
  • Ayo kita sentuh persoalan ini.
  • Saya mulai menangkap maksudnya.
  • Hati-hati di jalan.
  • Mari kita duduk bersama.
  • Aku senang kamu menelpon.
  • Terkait
  • Menekan
  • Menggenggam
  • Menyerang
  • Nyaman
  • Tersandung
  • Keras
  • Lembut
  • Bermain
  • Merasa
  • Kuat
  • Bersama
  • Hubungan
YANG DISUKAI ORANG LAIN DARI MEREKA
  • Mereka pandai dalam membangun hubungan.
  • Mereka sangat setia.
  • Mereka menyayangi dan mendukung.
  • Mereka berorientasi detail.
  • Mereka adalah pemain tim yang hebat.
YANG KURANG DISUKAI ORANG LAIN DARI MEREKA
  • Sebagian besar sulit mengambil keputusan dengan cepat.
  • Mereka kewalahan jika dihadapkan dengan terlalu banyaknya pilihan.
  • Mereka cenderung memberikan lebih banyak detailbdaripada yang dibutuhkan atau diinginkan oleh kebanyakan orang.
  • Mereka bisa amat lambat dan bekerja prosedural sehingga membutuhkan lebih banyak waktu daripada orang lain dalam menyelesaikan sebuah tugas.
  • Mereka ingin merasa dibutuhkan dan karena itu bisa sangat menuntut dalam hubungan pribadi maupun organisasi.
YANG MEMBUAT DIA STRES ATAU LEPAS KENDALI
  • Merasa diabaikan atau ditinggalkan.
  • Ketika tak merasa nyaman atau percaya diri dalam sebuah situasi atau hubungan, mereka menuntut perhatian.
  • Ketika merasakan suasana atau hubungan yang memburuk, mereka bisa menarik diri, baik secara fisik maupun emosional.
  • Terlalu banyak pilihan atau tugas yang rumit, mereka bisa kewalahan dan menghindari melakukan apa yang perlu dilakukan.
  • Ada yang menghentikan kesenangan dan mematikan kreatifitas mereka dengan terlalu menganalisis. Sehingga mereka nyaris tidak melakukan apa pun untuk menghindari konflik dan cenderung menjadi pasif alih-alih membela diri atau menyuarakan sebuah pendapat.
CARA MEMBANTU ORANG KINESTETIK KEMBALI TENANG
  • Tanyakan kepada mereka cara apa danbagaimana yang paling tepat untuk mendukung mereka.
  • Beri mereka waktu untuk menyendiri di ruangannya.
  • Doronglah mereka untuk memisahkan perasaan mereka dengan perasaan orang lain.
  • Berikan mereka panduan yang mereka butuhkan untuk mengambil tindakan dan terus bergerak maju.
  • Jangan menjejali mereka dengan terlalu banyak informasi sekaligus. Pecahlah menjadi langkah kecildan kabarkan kepada mereka “tangga-tanggal mulai” jauh-jauh hari.

4| GAYA KOMUNIKASI DIGITAL 

SIFAT-SIFAT UMUM
  • Mengingat dengan langkah-langkah dan urutan-urutan.
  • Mengolahinformasi dengan cara metodis, rasional, dan logis.
  • Sangat berorientasi detail.
  • Memiliki kebutuhan yang kuat untuk memaknai dunia sekeliling mereka.
  • Belajar dengan mengolah hal-hal di dalam pikiran mereka.
  • Membutuhkan waktu untuk memproses informasi baru.
KATA ATAU FRASA YANG SERING DIGUNAKAN
  • Tak diragukan lagi.
  • Kata demi kata.
  • Menggambarkan secara mendetail.
  • Saya akan pikirkan hal ini.
  • Memaknai hal ini.
  • Memusatkan perhatian pada …
  • Saya tahu apa yang kamu maksudkan.
  • Urutan.
  • Perubahan.
  • Awal/akhir.
  • Persepsi.
  • Halo
  • Ya…
  • Sekian dulu.
  • Sampai nanti.
YANG DISUKAI ORANG LAIN DARI MEREKA
  • Mereka ahli memecahkan persoalan yang rumit.
  • Mereka ahli strategi yang hebat.
  • Mereka unggul dalam mengurutkan dan menyusun tugas atau proyek.
  • Mereka amat piawai dalam mengolah detail.
  • Mereka amat mahir dalam merencanakan acara.
  • Mereka melihatbagaimana bagian-bagian saling melengkapi untuk menciptakan “gambaran besarnya”.
  • Kesetiaan mereka begitu kuat.
YANG DISUKAI ORANG LAIN DARI MEREKA
  • Mereka lambat memercayai orang baru, hal-hal baru,dan bahkan konsep-konsep baru.
  • Mereka tak suka disela.
  • Mereka bisa menjadi keras kepala dan suka diminta untuk melakukan sesuatu alih-alih disuruh.
  • Mereka tidak membagi-bagikan informas idan harus diminta secara khusus.
YANG MENEYEBABKAN MEREKA STRES ATAU LEPAS KENDALI
  • Ketika jadwal mereka terganggu atau rutinitas mereka dikacaukan, mereka cenderung menjadi kaku dan keras kepala.
  • Ketika keteraturan mereka terganggu, mereka mencoba mengembalikannya sendiri tanpa mempertimbangkan kebutuhan atau perasaan orang lain.
  • Ketika mereka stres, mereka menarik diri dari komunikasi.
  • Mereka bisa stres akan hal-hal yang mungkin terjadi suatu ketika pada masa depan.
CARA MEMBANTU ORANG DIGITAL AGAR KEMBALI TENANG
  • Tanyakan kepada mereka apa yang mereka butuhkan untuk memperbaiki keadaan.
  • Beri mereka waktu sendirian untuk berpikir.
  • Dorong mereka untuk makan, sebab mereka lupa makan jika sangat sibuk dalam tugas.
  • Ingatkan mereka untuk memercayai proses yang sedang berlangsung, dan dorong untuk tak terlalu mengkhawatirkan masa depan. 


Sumber bacaan: 
Michael J. Losier, Law of Connection 
Mengungkap Rahasia Sukses Menjalin Hubungan Pribadi dan Bisnis.
[]

@pakguruobi

Selasa, 11 Juni 2013

Tentang Keinginan

Beberapa waktu yang lalu tepatnya di Bulan Januari 2013, aku melihat acara “Indonesia Emas” di TVRI. Malam itu, nampaknya hanya acara tersebut yang oke. Stasiun TV yang lain mutar sinetron, atau berita-berita yang tak tahu ujung pangkalnya.  

Ary Ginanjar yang memandu acara tersebut menghadirkan Dik Doank, artis atau seniman yang kini care terhadap dunia pendidikan. Banyak hal yang ia bahas, dan yang paling Aku ingat adalah tentang “keinginan”.
Dik Doank mengatakan, bahwa jika kita benar-benar tak punya keinginan, maka Allah akan meperjalankan keinginan-Nya kepada kita. Maka tangan kita, kaki kita, dan seluruh jiwa raga kita akan melakukan hal-hal yang diinginkan oleh Allah, dan di sanalah ada kedamaian. Karena kita tak terjerat sendiri oleh keinginan kita.
~~~~~
Para guru-guru bijak juga mengatakan demikian. Kita ini hamba, dan Allah adalah Majikan. Ibnu Atha' mengingatkan tentang pentingnya Isqath al Tadbir, yakni mengistirahatkan diri dari turut mengatur dan menginginkan sesuatu untuk keperluan hidup yang kita lakoni. 
Kesungguhanmu mengejar apa yang dijamin untukmu dan kelalaianmu melaksanakan apa yang dituntut darimu, adalah bukti rabunnya mata hatimu.~ al Hikam
Apakah itu bentuk kepasifan hidup? menurut saya, malah sebaliknya.
[]

11/06/2013/Ahmad Shobirin Obiyoso

Senin, 03 Juni 2013

Belajar menulis dari Shaid Al Khatir

Pengantar Ibnu Al Jauzi penulis Shaid Al-Khatir menggugah aku, agar gemar menuliskan lintasan-lintasan pikiran. Beliau mengatakan dalam muqaddimah buku ini.  

"Karena pikiran yang berselancar meneliti beberapa hal di hadapannya tak mau menuliskannya, maka iapun pergi sia-sia. Oleh sebab itu, termasuk tindakan yang terpuji adalah mencatat apa-apa yang terlintas di pikiran supaya tak terlupakan sepanjang masa, apalagi nabi Muhammad Saw juga telah bersabda, 'Jagalah ilmu dengan menuliskannya'.
Aku sangat sering memikirkan sesuatu, namun aku tak menuliskannya, lalu ia pun lenyap sia-sia, akupun kemudian bersedih dan menyesali kepergiannya.

Aku sadar bahwa setiap kali membuka pintu berpikir aku selalu mengetahui keajaiban-keajaiban yang tak pernah aku sangka sebelumnya. Ia datang dengan jumlah yang tak terkira, hingga akupun tak boleh meremehkannya begitu saja. Alasan inilah yang membuatku menjadikan buku ini tempat penyimpanan buah renungan."

Bagitulah pengantar buku yang berisi renungan-renungan Ibnu Al Jauzi atas beragam masalah yang terkumpul indah dalam buku klasik ini. 

Pun demikian dengan kita. Bukankah sebenarnya seringkali kita memikirkan banyak hal, atau merenungkan beberapa ide cemerlang. Berdialog dengan diri sendiri atas beragam masalah yang kita hadapi dan seringkali memunculkan hikmah. Kalau saja kita mencatatnya, ide dan juga hikmah itu akan terjaga. Akan tetapi seringkali kita membiarkannya begitu saja. Kemudian suatu saat kita berusaha untuk mengingatnya, namun ingatan tak banyak membantu, karena telah tertutup dengan pikiran-pikiran yang baru. Sayyidina Ali mengibaratkan ilmu itu seperti binatang buruan, jika tak diikat, ia akan terlepas, dan pengikat ilmu adalah tulisan. 

[]

Senin/3/6/2013/
Ahmad Shobirin Obiyoso